(VOVWORLD) - Pada Selasa sore (31/3), tim SAR Vietnam dibagi menjadi 2 kelompok untuk melakukan pencarian di kawasan pemukiman Bala Tidi, Distrik Zabu Thiri, Ibu Kota Naypitaw, Myanmar.
Pada pukul 17.10 (waktu setempat), anjing pelacak dari Vietnam berhasil menemukan 3 lokasi dengan korban, di antaranya menetapkan bahwa korban telah meninggal dan terkubur pada kedalaman 2 meter. Khususnya, anjing pelacak bernama Ja Vo berhasil menemukan posisi korban yang terkubur pada kedalaman hampir 8 meter.
Para petugas dan prajurit Tim SAR Vietnam membawa jenazah korban keluar dari reruntuhan bangunan. (Foto: VOV) |
Selain pencarian dan pemberian pertolongan, tim SAR Vietnam juga membantu rakyat Myanmar mengatasi sebanyak mungkin kerugian. Saudari Phyo Pa Pa Moe, penghuni gedung nomor 2367, Distrik Zabu Thiri, sangat senang ketika tim zeni 229, Divisi Zeni Vietnam, menemukan dan mengembalikan banyak aset berharga dan kenang-kenangan.
“Terima kasih atas bantuan Kalian. Kalian sangat baik hati. Kami sangat bahagia. Terima kasih banyak”.
Seluruh deretan rumah di kawasan pemukiman Bala Tidi runtuh, sehingga sangat sulit bagi tim SAR untuk mencari korban yang terkubur. Kapten Yar Zar, Departemen Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran, Kementerian Dalam Negeri Myanmar, mengatakan:
“Beberapa tim dari beberapa negara lain telah datang ke kawasan ini, tetapi semuanya telah mundur. Tim Vietnam, ketika tiba di sini, telah melakukan survei dan berusaha sekuat tenaga untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Saat ini, baik pasukan Myanmar maupun Vietnam sedang berusaha mencari korban, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Kami berharap agar pasukan militer Vietnam terus berusaha mencari, menyelamatkan, dan membantu rakyat Myanmar kami. Kami sangat berterima kasih.”
Anjing pelacak Vietnam mendeteksi sumber bau, yang kemudian ditetapkan merupakan lokasi korban. (Foto: VNA) |
Banyak solusi telah diajukan oleh para komandan dan prajurit Vietnam untuk menangani situasi. Dalam kondisi tidak ada mesin besar dan tidak bisa menggunakan bor, hanya dengan alat tangan dan kekuatan manusia, keahlian para prajurit pasukan zeni Vietnam akan menentukan keberhasilan.
“Korban di belakang ruang dapur ini... kami akan harus menarik korban dari kawasan itu, di sisi korban sudah berhasil diselamatkan”
“Artinya tepat di belakang kawasan ini... jadi kita akan pergi ke belakang untuk melakukan survei, karena jalan depan terlalu sempit”.
Saat ini, upaya pencarian menghadapi banyak kesulitan, tetapi tim SAR Vietnam tetap berusaha melakukan pencarian.
Sementara itu, pemerintah militer Myanmar memberitahukan bahwa hingga tanggal 31 Maret, jumlah korban tewas dalam gempa bumi dengan kekuatan 7,7 yang terjadi pada tanggal 28 Maret telah meningkat menjadi 2.056 orang. Gempa bumi ini juga menyebabkan sekitar 3.900 orang terluka dan hampir 270 orang lain hilang. Saat ini, tim SAR dari dalam dan luar negeri sedang berlomba dengan waktu untuk mencari orang-orang yang masih terjebak dan memberikan bantuan kepada daerah-daerah yang terdampak parah. Pemberian pertolongan terus dipercepat pada latar belakang jumlah korban yang mungkin masih terus meningkat.
Pada hari yang sama, di Thailand, pasukan SAR Thailand memberitahukan bahwa jumlah orang tewas di negara ini karena dampak gempa bumi telah meningkat menjadi 19 orang, setelah satu jenazah ditemukan di Ibu kota Bangkok.