(VOVWORLD) - Bapak Ngo Xuan Tu adalah seorang Veteran perang di Subdistrik Long Bien, Distrik Long Bien, Kota Hanoi yang sudah lebih 30 tahun bertempur di berbagai medan perang. Setelah demobilisasi, dia pulang ke kampung halaman, membangun bengkel untuk mengajarkan kejuruan, menciptakan lapangan kerja, menstabil kehidupan untuk banyak nyawa yang malang.
Kalau datang ke Subdistrik Long Bien, Distrik Long Bien, Kota Hanoi, siapa pun juga mengenal veteran perang Ngo Xuan Tu (lahir pada tahun 1946), seorang yang mempunyai hati nurani, sepenuh hati demi kawan sekesatuan dan selalu menjadi teladan dalam pekerjaan amal.
Veteran perang Ngo Xuan Tu (kiri) (Foto: VOV2) |
Sebagai seorang penyandang disabilitas yang kehilangan 78 persen kesehatan, tapi dia sedikit berlibur. Setiap kali selesai menata pekerjaan keluarga, dia datang kembali ke medan perang dulu untuk mencari tulang belulang para kawan sekesatuan.
“Saya melihat bahwa saya punya suratan dengan pencarian kawan sekesatuan. Pernah dalam satu kali mencari tulang belulang martir di Provinsi Vinh Phuc, saya dikenal dan mendapatkan simpati dari warga di daerah ini. Melalui itu, saya melihat bahwa perasaan manusia sangat hangat”.
Seiring dengan proses mencari tulang belulang martir, selama 30 tahun ini, veteran perang Ngo Xuan Tu juga melapangkan tangan nurani, membantu orang-orang yang tidak mujur dan orang-orang miskin. Juga pernah suatu waktu dia membantu sekitar 400 orang dengan membuka satu bengkel percetakan untuk mengajarkan kejuruan dan menciptakan lapangan kerja. Veteran perang Ngo Xuan Tu memberitahukan:
“Pada tahun 2014, saya menjual sebagian lahan untuk membuka satu bengkel percetakan, mengajarkan kejuruan dan menciptakan lapangan kerja untuk banyak orang. Jumlah uang yang bisa dikumpulkan dari penjualan lahan belum cukup, maka saya harus meminjam modal dari para sanak keluarga, sahabat, bahkan meminjam modal dengan suku bunga. Karena saya melihat pekerjaan saya bermanfaat untuk masyarakat maka saya bertekad melaksanakannya”.
Sekarang, bapak Tu menyediakan rumahnya menjadi tempat tinggal untuk beberapa mahasiswa yang dilanda kesulitan, bersamaan itu, dia juga menghidupi mereka sehari-hari. Saudara Le Tan Phuc, di Kabupaten Bo Trach, Provinsi Quang Binh adalah seorang di antaranya.
“Saya telah tinggal di sini selama 17 tahun ini. Sekarang saya sedang menempuh kuliah di Institut Pertanian”.
Selama 17 tahun ini, Tan Phuc dianggap pak Tu sebagai anggota dalam keluarganya. Tidak hanya menghidupi saja, bapak Tu juga mengajari dia gaya hidup yang bertanggung jawab terhadap masyarakat.
“Saya telah mendampingi bapak Tu ke banyak daerah untuk melakukan pekerjaan amal. Melalui itu, saya belajar ketulusan, hati nurani, kesedaran dan gaya hidup yang bertanggung jawab”.
Rumah milik veteran perang Ngo Xuan Tu telah menjadi rumah hangat, menjadi sandaran untuk para mahasiswa miskin. Dengan semua pekerjaan praktis, dia sedang menyebarkan gaya hidup yang penuh dengan kasih sayang kepada masyarakat. Bagi dia, kegembiraan yang paling besar ialah melaksanakan banyak pekerjaan yang bermanfaat bagi kawan sekesatuan dan masyarakat.